Kisah si gadis kecil dan teman bisunya


Namanya Abby, dia gadis kecil yang baru berusia lima tahun. Ini adalah kisah tentangnya… Ketika dia masih hidup…

Ayahnya seorang pemabuk, sering pulang lewat dalam keadaan terhuyung-hayang. Ibunya seorang penagih, sering tidak bermaya dan khayal. Mereka sering lupa dan lalai pada si gadis kecil itu. Mereka sering mengurung dia di dalam sebuah bilik stor yang sempit, gelap dan kotor.

Di dunia kotak yang sentiasa malam itu, satu-satu teman yang dia ada hanya seekor patung beruang… Teman setia yang nampak usang dan lusuh dengan kesan koyak hampir disetiap bahagian tubuhnya…

Dia si gadis kecil, sering berbual dengan teman setianya. Biar bisu, dia si gadis kecil tahu si patung beruang mendengar. Di dalam dunia itu, hanya mereka berdua. Si gadis kecil berbaring memeluk teman setianya, berbual sehingga lelap… Aman…

Aman dipeluk dan tidur mereka, sehingga si ayah dan ibu datang menjengah. Si gadis kecil terjaga, demi melihat kedua mereka dia duduk dan memeluk temannya rapat-rapat… Si gadis kecil sedar, sebaik pintu bilik dibuka, hanya kesakitan dan kesakitan yang harus dihadapinya… Lebam di wajah, parut dikaki menceritakan semua kesakitan yang diharunginya…

Mengapa harus begitu, hidup dalam dunia seperti neraka?
Sedang si gadis kecil tidak tahu apa-apa…

Pintu bilik dikunci semula. Terkurunglah mereka, si gadis kecil dan si patung beruang… Aman dalam dunia yang hanya mereka berdua… Kesakitan pergi, si gadis kecil merangkul teman bisunya dan menangis perlahan… Si gadis membelai si patung beruang dan dia bisikkan, “kamu jangan bersedih teman bisuku. Ini tiada apa-apa, cuma biasa sahaja. Aku sayang ibuku, aku sayang ayahku. Biar mereka tidak tahu, yang penting kamu tahu. Nanti kamu ceritakan pada mereka ya?”… Si patung beruang bisu, tapi si gadis percaya dia dengar dan faham… Kerna dia teman setianya…

Hari berlalu… Dia si gadis kecil dan si patung beruang masih disitu… Aman dalam dunia yang mereka punya…

Suatu malam, pintu terbuka lagi… Si gadis kecil tahu nasib dirinya… Tapi hanya ayah, ibu di mana? Soal hatinya… Ayah datang, duduk hampir, merenungnya. Si gadis membalas sayu… Ayah mengangkat tangan, si gadis kecil takut, kerna tahu tangan itu sering menyakitinya, dia pejamkan mata… Si gadis kecil terkejut, mengapa tiada kesakitan? Pertama kali ayah mengusap rambutnya dan melihat kewajahnya… Si gadis kecil rasa disayangi, dia gembira, lalu dipeluk ayahnya… Si ayah kemudian mendukung anak kecil yang selalu disakitkannya, dibawa pergi dari dunia gelap itu… Si gadis kecil bahagia dalam pelukan ayah, si patung beruang tinggal di situ melihat temannya dibawa pergi…

Dari dunia yang gelap itu, si patung beruang yang bisu mendengar suara ibu, mendengar suara ayah. Kemudian pintu dibuka, si gadis dicampak semula ke dalam dunia itu… Menangis, si gadis kecil mendapatkan teman bisunya… Dipeluk erat teman yang ditinggalkan sebentar tadi…

“Kamu jangan takut, cuma ibu yang marah ayah… Dia marah ayah sayang padaku… Ayah sayang aku, dia peluk aku, dia kucup aku, dia bermain denganku… Namun sakit… Sayang itu harus sakit ya beruang?,” tanya si gadis kecil pada teman bisunya tanpa dia sedar yang dia menjadi mangsa nafsu ayahnya… Si gadis kecil tidak tahu…

Suara ibu dan ayah sudah tiada… Pintu dikuak, si gadis kecil menunggu… Ayahkah itu? Soal hatinya… Namun ibu yang menjenguk… dimanakah ayah? Ibu melangkah masuk… Tangannya basah, dan ada sesuatu dalam genggamannya… si gadis kecil takut… Ibu datang hampir, berdiri merenung di depannya… si gadis hanya tunduk, lama… si ibu merendahkan dirinya, diangkatnya muka gadis kecil itu… Ibu berkata, “kau harus mati! Sial!”… si gadis kecil terkejut, ada sesuatu menusuk ke dadanya… Ibu kemudian pergi, meninggalkan si gadis kecil disana…

Semua jadi sepi… sunyi… lama berlalu dan terus sunyi…

Pintu dunia gelap itu ditendang keras, terbuka… Dua lelaki berpakaian seragam muncul disebalik pintu, Polis… Terbaring si gadis kecil kaku tidak bernyawa…

Si gadis kecil sudah pergi… pergi dari sengsara dunia… pergi dari kesakitan… Dia sudah terlalu lama berada dalam dunia itu, sudah terlalu lama merasa sakit… Namun kini dia pergi, meninggalkan semua ini, meninggalkan teman bisunya yang masih setia dalam pelukan si gadis kecil di saat dia sedang pergi… Aman di dunia yang lain…


Pendapat anda

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: